Pertemuan-pertemuan

Silahkan masuk dari sampingku, depanku, bawahku, atasku, belakangku, atau sesukamu..

Aku berpatokan pada menemukan dan ditemukan/dipertemukan, apa pun itu istilahnya. 

Tuhan memang baik, bahkan sangat baik. Bila ada yang membuat darahku mengalir kuat, tanda-tanda, kode-kode, lagu-lagu, fiksi-fiksi, semuanya mengarahkan aku tanpa aku sadari dan aku sadari. 

Perempuan. Aku telah menemukan mereka yang mengingatkan kembali tentang benang merah. 
Parayangan. Mereka membesutku dari akal pikiran, ilmu fisika (tentu, aku pernah mempe lajarinya), matematika yang pernah kusuka, data (aku pun pernah terlibat dalam data), dan hal terpendam yang menggairahkanku. Waktu lalu aku membuang ide-ide dan keinginan pada semesta, apakah ini pertemuannya? Aku tidak tahu. 

Fiksi. Aku yang membuatnya. Itu bagai, hmm, gimana ya, rasanya tidak etis menuliskan di sini, Jadi untuk rahasiaku saja. O, iya, ada fiksi kamu juga yang bagai, hmm, lagi-lagi aku tak ingin menuliskannya di sini, jadi untuk rahasiaku saja. 

Kamu. Seperti pintu yang kerap aku bawa-bawa saat itu. Pintu, lampu, meja, kursi, ornamen, cangkir, gelas, pohon, dan banyak deh. Saat ini, aku kental dengan batu karena memerhatikan orang-orang yang telah menjadi batu. Tapi batu adalah kejujuran. Pastinya di dalam batu ada banyak hal yang bisa ditemukan atau apa pun itu kamu menyebutkannya. Dan kini, batu bersarang diaku dengan lebat dan hebatnya bagaikan kekasih yang menagih pertemuan karena kerinduan yang berpanjangan. 

Aku memang suka bertanya. Sebab pertanyaan selalu ada jawabannya. Cepat atau lambat jawaban itu bakal menemuimu. Jadi jika sementara aku belum menemukan jawaban, seharusnya aku santai saja. Ya, santai. Seperti saat ini, suatu kondisi yang tidak tahu apa-apa, hanya menyerah, dan di titik nol. Nol selalu ada teman-temannya. Manusia setelah selesai di angka 9, dia akan berputar kembali ke angka nol. Bukan soal kaya yang mnejadi bangkrut tapi banyak hal yang membuat peristiwa seperti itu. Ada orang yang bilang, jangan banyak bertanya, jalankan saja. Tapi ini tidak berlaku bagiku, bila tidak aku tak bertanya, maka aku tak jalan. 

Pertemuan-pertemuan. Bagaiamana aku harus mendeskripsikan? Apakah kalian berbentuk anggur yang bisa memabukkan atau sebentuk kekasih imajiner yang selalu ada di kepalaku atau apa...

 Karena berupa dusta, maka pertanyaan terus menghampiriku. Maksudku badan-badanku yang lain yang bertanya. Haha, maaf aku lagi berfiksi.

Badan? Ah, ada badan purba di kamu. Hoho, ini pun aku lagi menggada, ngada.

Mengada ada aku, kamu, dan kalian di sini....Nanya mulu, tidur yuk

Comments